'
ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH !
‘
‘
BismiLlahi Rahmaan nir Rahiim
'
'
Alhamdu liLlahi wa salamun 'ibadihil ladhi-n-astafa
Rabbi zidni 'ilma, war zuqni fahma
'
Rabbi zidni 'ilma, war zuqni fahma
'
RABBI A’UUZUBIKA MIN HAMAZAATIS SHAYAATIIN,
WA A’UUZBIKA RABBI AN YAHDURUUN!
'
Firman Allah subhanhu wata'ala;
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَسۡتَحۡىِۦۤ أَن يَضۡرِبَ مَثَلاً۬ مَّا بَعُوضَةً۬ فَمَا فَوۡقَهَاۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ڪَفَرُواْ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَـٰذَا مَثَلاً۬ۘ يُضِلُّ بِهِۦ ڪَثِيرً۬ا وَيَهۡدِى بِهِۦ كَثِيرً۬اۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦۤ إِلَّا ٱلۡفَـٰسِقِينَ (٢٦) ٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهۡدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ مِيثَـٰقِهِۦ وَيَقۡطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦۤ أَن يُوصَلَ وَيُفۡسِدُونَ فِى ٱلۡأَرۡضِۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡخَـٰسِرُونَ (٢٧) كَيۡفَ تَكۡفُرُونَ بِٱللَّهِ وَڪُنتُمۡ أَمۡوَٲتً۬ا فَأَحۡيَـٰڪُمۡۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمۡ ثُمَّ يُحۡيِيكُمۡ ثُمَّ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ (٢٨) هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعً۬ا ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّٮٰهُنَّ سَبۡعَ سَمَـٰوَٲتٍ۬ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيمٌ۬ (٢٩
SURAH AL-BAQARAH: 26 - 29
‘
TERJEMAHAN:
"Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan [di dalam Al-Qur’an] berupa nyamuk atau yang lebih dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah dan dengan perumpamaan itu [pula] banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (26) [yaitu] orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah [kepada mereka] untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (27) Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (28) Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menghadap ke langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (29)"
‘
ENGLISH TRANSLATION:
"Lo! Allah disdaineth not to coin the similitude even of a gnat or anything above that. Those who believe know that it is the truth from their Lord; but those who disbelieve say: What doth Allah wish (to teach) by such a similitude? He misleadeth many thereby, and He guideth many thereby; and He misleadeth thereby only miscreants; (26) Those who break the covenant of Allah after ratifying it, and sever that which Allah ordered to be joined, and (who) make mischief in the earth: Those are they who are the losers. (27) How disbelieve ye in Allah when ye were dead and He gave life to you! Then He will give you death, then life again, and then unto Him ye will return. (28) He it is Who created for you all that is in the earth. Then turned He to the heaven, and fashioned it as seven heavens. And He is knower of all things. (29)"
‘
RINGKASAN REFLEKSI MAKSUD:
1. Allah subhana-hu-wata’ala menyatakan bahawa Dia tidak segan untuk membuat perumpamaan di dalam AL-QUR’AN walaupun ianya berupa makhluk nyamuk (semut, laba-laba dsbnya) atau sesuatu yang lebih (cakrawala, bulan, bintang, matahari dsbnya) dari itu.
WA A’UUZBIKA RABBI AN YAHDURUUN!
'
Firman Allah subhanhu wata'ala;
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَسۡتَحۡىِۦۤ أَن يَضۡرِبَ مَثَلاً۬ مَّا بَعُوضَةً۬ فَمَا فَوۡقَهَاۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ڪَفَرُواْ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَـٰذَا مَثَلاً۬ۘ يُضِلُّ بِهِۦ ڪَثِيرً۬ا وَيَهۡدِى بِهِۦ كَثِيرً۬اۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦۤ إِلَّا ٱلۡفَـٰسِقِينَ (٢٦) ٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهۡدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ مِيثَـٰقِهِۦ وَيَقۡطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦۤ أَن يُوصَلَ وَيُفۡسِدُونَ فِى ٱلۡأَرۡضِۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡخَـٰسِرُونَ (٢٧) كَيۡفَ تَكۡفُرُونَ بِٱللَّهِ وَڪُنتُمۡ أَمۡوَٲتً۬ا فَأَحۡيَـٰڪُمۡۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمۡ ثُمَّ يُحۡيِيكُمۡ ثُمَّ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ (٢٨) هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعً۬ا ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّٮٰهُنَّ سَبۡعَ سَمَـٰوَٲتٍ۬ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيمٌ۬ (٢٩
SURAH AL-BAQARAH: 26 - 29
‘
TERJEMAHAN:
"Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan [di dalam Al-Qur’an] berupa nyamuk atau yang lebih dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah dan dengan perumpamaan itu [pula] banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (26) [yaitu] orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah [kepada mereka] untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (27) Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (28) Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menghadap ke langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (29)"
‘
ENGLISH TRANSLATION:
"Lo! Allah disdaineth not to coin the similitude even of a gnat or anything above that. Those who believe know that it is the truth from their Lord; but those who disbelieve say: What doth Allah wish (to teach) by such a similitude? He misleadeth many thereby, and He guideth many thereby; and He misleadeth thereby only miscreants; (26) Those who break the covenant of Allah after ratifying it, and sever that which Allah ordered to be joined, and (who) make mischief in the earth: Those are they who are the losers. (27) How disbelieve ye in Allah when ye were dead and He gave life to you! Then He will give you death, then life again, and then unto Him ye will return. (28) He it is Who created for you all that is in the earth. Then turned He to the heaven, and fashioned it as seven heavens. And He is knower of all things. (29)"
‘
RINGKASAN REFLEKSI MAKSUD:
1. Allah subhana-hu-wata’ala menyatakan bahawa Dia tidak segan untuk membuat perumpamaan di dalam AL-QUR’AN walaupun ianya berupa makhluk nyamuk (semut, laba-laba dsbnya) atau sesuatu yang lebih (cakrawala, bulan, bintang, matahari dsbnya) dari itu.
2. Bahkan bagi mereka yang benar-benar memerhati dengan pemerhatian yang tajam, bagi setiap perumpamaan yang diberi maka dia akan mendapati bahawa setiap perumpamaan oleh Allah subhana-hu-wata’ala itu akan melantunkan atau mencerminkan keAgungan penciptaanNya walaupun dia tidak mengetahui dengan terperinci akan hakikat penciptaan itu. Demikianlah pemerhatian yang muklis sebagaimana pemerhatian Bapa Millah Yang Lurus; Nabi Ibrahim 'alaihis-salam.
3. Dan pengagungan itu akan berkisar dan kembali kepada satu titik kesimpulan bahawa hanya Dialah yang sebenar-benar Tuhan Yang Mencipta Al-Khaliq yang sempurna yang wajib kita tunduk, mengabdikan diri serta meyakini kebenaranNya dan wahyuNya yakni Al-QUR’AN dan patuh sepenuh-penuhnya kepadaNya dan RasulNya.
4. Dengan itulah bagi setiap orang yang beriman, maka kesan dari lantunan dari biasan cermin Al-QUR’AN itu akan menambahkan keyakinannya bahawa perumpamaan itu adalah hikmah dan kebenaran Allah subhana-hu-wata’ala.
5. Tetapi, bagi mereka yang kafir mereka mengatakan; "Apakah maksud Allah menjadikan ini sebagai perumpamaan di dalam AL-QUR"AN?". Ini adalah kerana mereka sombong dan syak terhadap Allah subhana-hu-wata’ala sehingga mereka sentiasa memintakan dan mendambakan sebab untuk menjustifikasi keperluan kepada keberadaan sesuatu perumpamaan itu di dalam AL-QUR’AN.
6. Seolah-olahnya mereka yang kafir itu meletakkan diri mereka sebagai tuan hakim yang menyoal Tuhan Penciptanya di kandang saksi yang perlu menjawab soalan-soalan darinya sebelum mempercayai AL-QUR'AN yang diwahyukanNya.
7. Mereka gagal meletakkan atau mengenali sifat KeAgungan Allah subhana-hu-wata’ala sebagai Tuhan Yang Berkehendak untuk berbuat mengikut apa yang Dia Berkehendak untuk berbuat sebagaimana Dia telah berbuat, sedang dan akan berbuat kepada manusia-manusia samaada yang beriman atau kufur.
8. Dengan perumpamaan-perumpamaan itulah manusia dicubai keimanan mereka sehingga banyak orang yang disesatkan Allah subhana-hu-wata’ala kerana mereka ingkar, atau tidak mahu memahaminya atau syak kepadaNya dengan tidak meletakkan Tuhannya di tempat yang sepatutnya pada keAgunganNya.
9.Dan dengan perumpamaan-perumpamaan itu jugalah, banyak orang yang dicubai itu diberikan Allah subhana-hu-wata’ala petunjuk dan hikmah dariNya kerana mereka yakin, mengambil pelajaran, cuba memahami sedalamnya, dan mengAgungkanNya serta meletakkanNya pada yang sepatutnya Dia diletakkan di sudut keAgunganNya sebagai Tuhan Yang Maha Agung Al-Khaliq.
10. Allah subhana-hu-wata’ala menyatakan bahawa tidak ada yang disesatkanNya kecuali mereka yang fasiq. Sifat mereka yang fasiq itu adalah ingkar dan melanggar perjanjian yang mereka telah buat dengan Allah subhana-hu-wata’ala untuk ta’at patuh kepadaNya dan menjauhi dosa-dosa yang dilarang olehNya.
11. Pelanggaran perjanjian mengambil amanah sebagai KhalifahNya di mukabumi, yang patuh melaksanakan syari’atNya serta meninggalkan segala yang dilarangnya itu mengakibatkan gelap cermin hatinya, hilang penglihatan matahatinya dan seterusnya bergelumanglah dia dalam bisikan musuhnya yakni syaitan-iblis. Terpisahlah hatinya dari cahaya kebenaran yang mengakibatkan dia tidak lagi mampu untuk menemui petunjuk dan hikmah dai AL-QUR’AN.
12. Mereka yang fasiq itu juga memutuskan apa yang Allah subhana-hu-wata’ala memerintahkan kepada mereka untuk dihubungkan dan berbuat kerusakan di mukabumi sebagaimana yang dilakukan oleh para Munafiqin.
13 Munafiqin memutuskan warisan perjuangan yang ditinggalkan oleh Nubuwwah dan Ahl-Sunnah wal Jama’ah yang diwariskan kepada mereka ilmu-ilmu haqq dan kaedah yang benar dan mencari-cari alternatif kepadanya semata-mata kerana syak mereka terhadap Agama sebagaimana syaknya mereka terhadap perumpamaan-perumpamaan di dalam AL-QUR'AN.
14.Munafiqin dan Kafiriin sama sahaja iaitu berlumba-lumba di dalam kegilaan mengumpul kebendaan, pengaruh ikut-ikutan dan memuaskan syahwat. Bukannya bersedia untuk berlumba-lumba untuk melaksanakan dan menegakkan kebaikan. Dan, mereka itu adalah orang-orang yang rugi.
15. Allah subhana-hu-wata’ala menyoal mereka mengapa sampai begitu mereka yang fasik dan munafiq itu menjadi kafir ingkar kepadaNya. Tidakkah mereka itu menyedari diri sendiri bahawa mereka pada mulanya tiadapun dan berkeadaan mati dan lalu Dialah yang memberikan kehidupan kepada mereka bila mereka di'ada'kan olehNya. Maka masih adakah yang lain yang memberi kehidupan dan keselamatan untuknya ?
15. Allah subhana-hu-wata’ala menyoal mereka mengapa sampai begitu mereka yang fasik dan munafiq itu menjadi kafir ingkar kepadaNya. Tidakkah mereka itu menyedari diri sendiri bahawa mereka pada mulanya tiadapun dan berkeadaan mati dan lalu Dialah yang memberikan kehidupan kepada mereka bila mereka di'ada'kan olehNya. Maka masih adakah yang lain yang memberi kehidupan dan keselamatan untuknya ?
(Allahu.. Allaahhu… Allaahu…. Ya Rabbi… tiada sungguh tiada yang menciptakan selainMu…, Wahai Tuhanku Yang Agung – TokPakirKD).
16. Dan kemudian mereka itu akan ditiadakan balik dengan dimatikan olehNya dan kemudian dihidupkan kembali untuk menemuiNya untuk dipertanggungjawabkan.
17. Adakah itu tak mencukupi sedang keAgunganNya itu sepatutnya tidak perlu dipersoalkan lagi kerana bukan manusia dan makhluk-makhluk di bumi sahaja yang diciptaNya. Sungguh kufur manusia dan sungguh berhak mereka diazab!. Bahkan bumi dan tujuh langit dicipta, ditadbir dan ditundukkan di bawah pengawalan dan pengawasan ilmu Tuhan yang Maha Agung Al-Khaliq Allah subhana-hu-wata’ala; Pentadbir Sekalian Alam.
17. Adakah itu tak mencukupi sedang keAgunganNya itu sepatutnya tidak perlu dipersoalkan lagi kerana bukan manusia dan makhluk-makhluk di bumi sahaja yang diciptaNya. Sungguh kufur manusia dan sungguh berhak mereka diazab!. Bahkan bumi dan tujuh langit dicipta, ditadbir dan ditundukkan di bawah pengawalan dan pengawasan ilmu Tuhan yang Maha Agung Al-Khaliq Allah subhana-hu-wata’ala; Pentadbir Sekalian Alam.
'
Allahu.. Allaahhu… Allaahu…. Ya Rabbi..
Salimna wa salim muslimiin !!
'
SadaqaLlahul Maulan al-‘Adziiim
'
SadaqaLlahul Maulan al-‘Adziiim
'
WassallaLlahu ‘ala Sayyidina Muhammad waalihi wasohbihi ajamaiin
WabiLlahi tawfiq wal hidayah
Wassalamu'alaikum warohmatuLlah
Wal hamduliLlahi Rabbil ‘alamiin
'
WabiLlahi tawfiq wal hidayah
Wassalamu'alaikum warohmatuLlah
Wal hamduliLlahi Rabbil ‘alamiin
'
"Tidaklah kami lupakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab [Al-QUR’AN]"
(38: Al-An’aam)
'
AL-FAQIR ILALLAH KORBANDEMOKRASI
26hb Zulhijjah 1429 H (24hb Disember 2008M)
(38: Al-An’aam)
'
AL-FAQIR ILALLAH KORBANDEMOKRASI
26hb Zulhijjah 1429 H (24hb Disember 2008M)
‘

0 comments:
Post a Comment