SELAWAT TAFRIJIYYAH / SELAWAT NARIYAH

SELAWAT TAFRIJIYYAH / SELAWAT NARIYAH

DOA'

DOA\

Tuesday, 27 January 2009

REFLEKSI 10 : AL-QUR’AN DI DALAM AL-QUR’AN

'
ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH !
BismiLlahi Rahmaan nir Rahiim
'
Alhamdu liLlahi wa salamun 'ibadihil ladhi-n-astafa
Rabbi zidni 'ilma, war zuqni fahma
'
RABBI A’UUZUBIKA MIN HAMAZAATIS SHAYAATIIN,
WA A’UUZBIKA RABBI AN YAHDURUUN!
'
Firman Allah subhanhu wata'ala;
قَدۡ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجۡهِكَ فِى ٱلسَّمَآءِ‌ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبۡلَةً۬ تَرۡضَٮٰهَا‌ۚ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ‌ۚ وَحَيۡثُ مَا كُنتُمۡ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ شَطۡرَهُ ۥ‌ۗ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَـٰبَ لَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡ‌ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا يَعۡمَلُونَ (١٤٤) وَلَٮِٕنۡ أَتَيۡتَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَـٰبَ بِكُلِّ ءَايَةٍ۬ مَّا تَبِعُواْ قِبۡلَتَكَ‌ۚ وَمَآ أَنتَ بِتَابِعٍ۬ قِبۡلَتَہُمۡ‌ۚ وَمَا بَعۡضُهُم بِتَابِعٍ۬ قِبۡلَةَ بَعۡضٍ۬‌ۚ وَلَٮِٕنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم مِّنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ‌ۙ إِنَّكَ إِذً۬ا لَّمِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ (١٤٥) ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَـٰهُمُ ٱلۡكِتَـٰبَ يَعۡرِفُونَهُ ۥ كَمَا يَعۡرِفُونَ أَبۡنَآءَهُمۡ‌ۖ وَإِنَّ فَرِيقً۬ا مِّنۡهُمۡ لَيَكۡتُمُونَ ٱلۡحَقَّ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ (١٤٦) ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ‌ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ (١٤٧

SURAH AL-BAQARAH: 144 - 147

TERJEMAHAN:
“Sungguh Kami melihat wajahmu [selalu] menengadah ke langit [memohon], maka sungguh Kami [dengan ini berkenan] memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al Kitab [Taurat dan Injil; yang membacanya dengan haq kebenaran] memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (144) Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang [Yahudi dan Kristian] yang diberi Al Kitab [yang telah merubah Taurat dan Injil dan bacaannya], semua ayat [keterangan], mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim. (145) Orang-orang [Yahudi dan Kristian] yang telah Kami beri Al Kitab [Taurat dan Injil] mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri [sebagaimana mereka mengetahui keutamaan Makkah dan BaituLlah]. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (146) Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (147)”

ENGLISH TRANSLATION:
“We have seen the turning of thy face to heaven (for guidance, O Muhammad). And now verily We shall make thee turn (in prayer) toward a qiblah which is dear to thee. So turn thy face toward the Inviolable Place of Worship (BaituLlah), and ye (O Muslims), wheresoever ye may be, turn your faces (when ye pray) toward it. Lo! Those who have received the Scripture know that (this revelation) is the Truth from their Lord. And Allah is not unaware of what they do. (144) And even if thou broughtest unto those who have received the Scripture all kinds of portents, they would not follow thy qiblah, nor canst thou be a follower of their qiblah; nor are some of them followers of the qiblah of others. And if thou shouldst follow their desires after the knowledge which hath come unto thee, then surely wert thou of the evil-doers. (145) Those unto whom We gave the Scripture recognise (this revelation) as they recognise their sons. But lo! a party of them knowingly conceal the truth. (146) It is the Truth from thy Lord (O Muhammad), so be not thou of those who waver. (147)”

RINGKASAN REFLEKSI MAKSUD:
'
'
1. Di antara syiar terbesar Agama Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang diwarisi oleh Baginda ‘alaihissalam kepada jaluran keturunannya dan golongan beriman yang bersama-sama keturunannya ialah BaituLlah di Makkah atau Bakkah atau Bacca atau Paran ataupun Faran, yang kesemua nama-nama itu merujuk kepada satu tempat yang sama. Makkah, Bakkah atau Faran lebih biasa digunakan oleh orang-orang Arab, manakala Bacca atau Paran adalah nama yang dirujukkan kepada tempat yang sama dalam Bahasa Hebrew atau Bahasa Ibrani; Bahasa Kaum Bani Israel. Jika kita merujuk kepada Perjanjian Lama dan Baru, yang telah ditokok tambah oleh Yahudi, kita masih boleh dapat menjejaki kebenaran sehubungan lokasi Pembinaan Asas Agama Nabi Ibrahim ‘alaihissalam di Makkah oleh Baginda ‘alaihissalam dan anaknya; Nabi Ismail ‘alaihissalam.
'
2. Lokasi ini juga ada dinyatakan dalam Perjanjian Lama Bab GENESIS yang menjelaskan tentang tempat tinggal Nabi Ismail ‘alaihissalam bersama-sama ibunya yang dipanggil sebagai kawasan terbiar Paran yang ianya terletak di sebelah selatan Sinai. (GEN 21:17) God heard the voice of the boy. The angel of God called to Hagar out of the sky, and said to her, "What ails you, Hagar? Don't be afraid. For God has heard the voice of the boy where he is. (GEN 21:18) Get up, lift up the boy, and hold him in your hand. For I will make him a great nation." (GEN 21:19) God opened her eyes, and she saw a well of water. She went, filled the bottle with water, and gave the boy drink. (GEN 21:20) God was with the boy, and he grew. He lived in the wilderness, and became, as he grew up, an archer. (GEN 21:21) He lived in the wilderness of Paran. His mother took a wife for him out of the land of Egypt".
'
Dalam Perjanjian Baru dinyatakan bahawa Sinai berada di dalam Semenanjung Arabia di sebelah utara kawasan Midyan yang di situlah terletaknya Bukit Tursina. Nabi Musa ‘alaihissalam telah menerima Taurat di sini dan di kawasan inilah berlakunya berbagai-bagai kisah berkaitan dengan Bani Israel selepas mereka melintasi laut yang menenggelamkan Fir’aun laknatuLlah ‘alaih. Peristiwa-peristiwa yang berlaku termasuklah peristiwa tajalli Allah subhana-hu-wata’ala di Bukit Tursina, kisah penyembahan berhala lembu dan sebagainya. "He said: 'The LORD came from Sinai and dawned over them from Seir; he shone forth from Mount Paran. He came with myriads of holy ones from the south, from his mountain slopes.' (Deuteronomy 33:2)"
'


'BUKIT TURSINA, DI SINAI. BEKAS HANGUS DI ATAS BUKIT; TAJALLI
'

'LEMBAH TEMPAT NABI MUSA BERMUNAJAT DI BUKIT TURSINA
'
'BEKAS-BEKAS PENYEMBAHAN ANAK LEMBU DI KAKI BUKIT TURSINA
'
Penemuan bukti mutaakhir ini menyokong lagi kebenaran Islam yang merupakan Millah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan Al-QUR’AN. Makar para pendita Yahudi yang cuba memesongkan sejarah dengan menokok tambah Taurat akhirnya terbongkar. Mereka sejak dahulu lagi selalu menafikan kepentingan Makkah sebagai pusat Agama Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Kedudukan Sinai juga dialih oleh mereka ke kawasan Semenanjung Sinai di Mesir bagi mengelakkan pengagungan syiar Islam di bumi Arabia; kawasan seteru ketat mereka, sejak dari zaman Nabi Ismail ‘alaihissalam. Kedudukan Paran pula dikatakan oleh mereka sebagai terletak di kawasan yang sama. Mereka menuduh Al-QUR’AN sebagai palsu dan Nabi Muhammad sallaLlahu-‘alaihi-wassalam sebagai penipu, Nabi palsu dan Al-Masih Ad-Dajjal semata-mata kerana AL-QUR’AN telah tidak mengikuti mereka dalam mengesahkan lokasi yang mereka beriman dengannya yang pada hakikatnya adalah lokasi yang sebenarnya palsu. Jadi, merekalah yang sebenar-benarnya Al-Masih Ad-Dajjal yang telah buta sebelah mata penglihatan mereka dalam mengenali asal-usul Agama Bapa mereka sendiri akibat keangkuhan dan kebencian mereka kepada Keturunan Nabi Ismail ‘alaihissalam. Manusia sebeginikah yang mahu kita jadikan sekutu-sekutu kita ?. Mereka dari kalangan Yahudi dan misionaris-misionaris Kristian adalah pembenci kebenaran yang tiada tolok bandingnya. Hanya sedikit dari mereka yang berjaya menegakkan kebenaran kerasulan Nabi Muhammad sallAllahu-'alaihi-wassalam dan sanggup meninggalkan kebatilan dengan izin dan kehendak dari Allah subhana-hu-wata'ala.
' 'TELAGA MIDYAN DI KAWASAN SINAI, ARABIA
'
Cuba kita bacakan sedutan dari tulisan Bekas Bishop Katholik yang kembali kepada Agama Ibrahim ‘alaihissalam; Prof Benjamin Keldani rahmatuLlah ‘alaih, dalam Muhammad Dalam Perjanjian Lama /Baru, sebagaimana berikut;

“Kita membaca kalimat-kalimat berikut dalam kitab Deuteronomy (Ulangan) pasal xviii ayat 18: "Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya." Jikalau kalimat-kalimat ini tidak berlaku bagi Nabi Muhammad saw, maka kalimat-kalimat itu masih tetap tidak terpenuhi maksudnya. Nabi Jesus sendiri tidak pernah mengklaim dirinya sebagai Nabi yang dimaksudkan oleh kalimat itu. Bahkan para muridnyapun memiliki pendapat yang sama: mereka masih mengharapkan kedatangan Jesus yang kedua kalinya untuk menggenapi ramalan itu. Sejauh ini tidaklah dipersengketakan bahwa kedatangan Jesus yang pertama bukanlah kebangkitan dari "nabi seperti engkau ini," dan kebangkitannya yang kedua kalinya tidak dapat sama sekali menggenapi kalimat ramalan itu. Jesus sebagaimana dipercayai oleh gerejanya, akan menampakkan diri sebagai hakim dan bukan sebagai pemberi hukum; tetapi nabi yang dijanjikan itu harus datang dengan "hukum yang berapi-api" di "tangan kanannya."
'
Namun dalam memastikan siapa pribadi nabi yang dijanjikan itu ramalan lain dari Nabi Musa sangat membantu di mana ramalan itu bicara tentang cahaya Tuhan dari Paran, gunung di Mekkah. Kalimat dalam kitab Ulangan pasal xxxiii ayat 2 berbunyi sbb: "Tuan (Lord) datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di tangan kanannya tampak kepada mereka api yang menyala."
'
'KAKI BUKIT TURSINA
'
Dalam kalimat-kalimat ini Tuan (Lord) telah dibandingkan dengan matahari. Dia datang dari Sinai, dia terbit dari Seir, tetapi dia bersinar dalam kemuliaannya yang penuh dari Paran, di mana dia harus muncul beserta puluhan ribu orang kudus dengan hukum yang berapi-api di tangan kanannya. Tidak seorangpun dari bangsa Israel, termasuk Jesus, yang memiliki hubungan apapun dengan Paran. Hagar dengan putranya Ishmail mengembara di padang belantara Birseba, yang kemudian menetap di padang belantara Paran (Kejadian xxi. 21.). Dia (Ishmail) telah menikahi seorang wanita Mesir, dan melalui anak pertamanya, Kedar, telah memberikan keturunan bangsa Arab yang dari sejak saat itu hingga kini adalah penduduk dari padang belantara Paran. Dan jika Nabi Muhammad saw yang diakui oleh semua penulis sebagai memiliki garis keturunan dari Nabi Ishmail melalui Kedar dan beliau muncul sebagai seorang nabi di padang belantara Paran dan memasuki Mekkah kembali dengan puluhan ribu orang-orang kudus serta memberikan hukum yang berapi-api kepada rakyatnya, tidakkah ramalan yang tersebut di atas itu telah tergenapi huruf demi huruf?!”
'
Sekian Prof Benjamin Keldani rahmatuLlah ‘alaih.
'
3. Nabi Muhammad sallAllahu-‘alaihi-wassalam yang mewarisi Agama Millah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam sungguh menginginkan agar wajah Baginda sallAllahu-‘alaihi-wassalam mengadap kepada BaituLlah Masjidil Haram di Makkah yang dibina oleh nenek-moyang Baginda sallAllahu-‘alaihi-wassalam. Atas kehendak Allah subhana-hu-wata’ala diputuskan di dalam Al-QUR’AN supaya Nabi salAllahu-’alaihi-wassalam kemudiannya memalingkan wajahnya ke arah BaituLlah Masjidil Haram di Makkah yang sebelumnya Baginda sallAllahu-‘alaihi-wassalam dikehendaki menghadap ke Baitul-Maqdis. Sempena perintah itu maka di mana sahaja Nabi salAllahu-’alaihi-wassalam dan Ummatnya berada, mereka diminta memalingkan wajah mereka ke Kiblat BaituLlah Masjidil Haram di Makkah.
'
'KEDUDUKAN SEBENAR BUKIT TURSINA DI UTARA ARABIA BERDEKATAN SEMPADAN JORDAN
'
4. Dijelaskan bahawa golongan Yahudi dan Kristian yang diberi Taurat dan Injil sememangnya mengetahui bahawa berpaling ke Baitullah Masjidil Haram itu adalah suatu yang benar dan haq. Ini kerana kedudukan dan kemuliaan Baitullah Masjidil Haram yang dibangunkan oleh Nabi Ibrahim ’alaihis-salam itu ada disebut di dalam Taurat dan Injil. Hal ini adalah sebagaimana yang dinyatakan sebelum ini.
'

'KEDUDUKAN SINAI DAN PARAN YANG SALAH. INI ADALAH PANDANGAN SEBAHAGIAN BESAR YAHUDI DAN KRISTIAN
'


'TEMPAT LINTASAN NABI MUSA AS DAN BANI ISRAEL DI SELAT AQABAH YANG MENUJU KE SINAI YANG BETUL
'
PERJALANAN NABI MUSA AS DAN BANI ISRAEL YANG BETUL KETIKA DIKEJAR TENTERA FIRAUN.
'
5. Kaum Muslimin diberi ingatan bahawa jika didatangkan kepada Yahudi dan Kristian tersebut mana-mana ayatpun (iaitu; bukti-bukti, ayat-ayat AL-QUR’AN, pengajaran, tanda-tanda sejarah, maklumat dan sebagainya) golongan Yahudi dan Kristian itu tetap tidak akan mengikut mereka berpaling ke Kiblat Baitullah Masjidil Haram ini. Ummat Islam juga tidak akan berpaling ke Kiblat mereka dan sebahagian mereka tidak akan mengikuti Kiblat sebahagian yang lain.
'
6. Allah subhana-hu-wata’ala memberi amaran kepada Ummat Islam bahawa jika mereka mengikuti keinginan Yahudi dan Kristian (mengadap ke Kiblat mereka), mereka juga akan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang zalim.
'
7. Dinyatakan bahawa Yahudi dan Kristian itu mengenal Nabi Muhammad salAllahu-’alaihi-wassalam seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri tetapi sebahagian mereka menyembunyikan kebenaran itu padahal mereka mengetahuinya.
'
SadaqaLlahul Maulan al-‘Adziiim
'
WassallaLlahu ‘ala Sayyidina Muhammad waalihi wasohbihi ajamaiin
WabiLlahi tawfiq wal hidayah
Wassalamu'alaikum warohmatuLlah
Wal hamduliLlahi Rabbil ‘alamiin
'
"Tidaklah kami lupakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab [Al-QUR’AN]”
(38: Al-An’aam)
'
AL-FAQIR ILALLAH KORBANDEMOKRASI
30hb Muharram 1430H (27hb Januari 2009M)

0 comments: