SELAWAT TAFRIJIYYAH / SELAWAT NARIYAH

SELAWAT TAFRIJIYYAH / SELAWAT NARIYAH

DOA'

DOA\

Saturday, 3 January 2009

REFLEKSI 6 : AL-QUR’AN DI DALAM AL-QUR’AN

'
ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH !


BismiLlahi Rahmaan nir Rahiim

'
Alhamdu liLlahi wa salamun 'ibadihil ladhi-n-astafa

Rabbi zidni 'ilma, war zuqni fahma

'
RABBI A’UUZUBIKA MIN HAMAZAATIS SHAYAATIIN,

WA A’UUZBIKA RABBI AN YAHDURUUN!

'

Firman Allah subhanhu wata'ala;

بِئۡسَمَا ٱشۡتَرَوۡاْ بِهِۦۤ أَنفُسَهُمۡ أَن يَڪۡفُرُواْ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بَغۡيًا أَن يُنَزِّلَ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ‌ۖ فَبَآءُو بِغَضَبٍ عَلَىٰ غَضَبٍ۬‌ۚ وَلِلۡكَـٰفِرِينَ عَذَابٌ۬ مُّهِينٌ۬ (٩٠) وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ ءَامِنُواْ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ قَالُواْ نُؤۡمِنُ بِمَآ أُنزِلَ عَلَيۡنَا وَيَكۡفُرُونَ بِمَا وَرَآءَهُ ۥ وَهُوَ ٱلۡحَقُّ مُصَدِّقً۬ا لِّمَا مَعَهُمۡ‌ۗ قُلۡ فَلِمَ تَقۡتُلُونَ أَنۢبِيَآءَ ٱللَّهِ مِن قَبۡلُ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ (٩١) ۞ وَلَقَدۡ جَآءَڪُم مُّوسَىٰ بِٱلۡبَيِّنَـٰتِ ثُمَّ ٱتَّخَذۡتُمُ ٱلۡعِجۡلَ مِنۢ بَعۡدِهِۦ وَأَنتُمۡ ظَـٰلِمُونَ (٩٢) وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَـٰقَكُمۡ وَرَفَعۡنَا فَوۡقَڪُمُ ٱلطُّورَ خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَـٰڪُم بِقُوَّةٍ۬ وَٱسۡمَعُواْ‌ۖ قَالُواْ سَمِعۡنَا وَعَصَيۡنَا وَأُشۡرِبُواْ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلۡعِجۡلَ بِڪُفۡرِهِمۡ‌ۚ قُلۡ بِئۡسَمَا يَأۡمُرُڪُم بِهِۦۤ إِيمَـٰنُكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ (٩٣) قُلۡ إِن كَانَتۡ لَڪُمُ ٱلدَّارُ ٱلۡأَخِرَةُ عِندَ ٱللَّهِ خَالِصَةً۬ مِّن دُونِ ٱلنَّاسِ فَتَمَنَّوُاْ ٱلۡمَوۡتَ إِن ڪُنتُمۡ صَـٰدِقِينَ (٩٤) وَلَن يَتَمَنَّوۡهُ أَبَدَۢا بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيہِمۡ‌ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلظَّـٰلِمِينَ (٩٥) وَلَتَجِدَنَّہُمۡ أَحۡرَصَ ٱلنَّاسِ عَلَىٰ حَيَوٰةٍ۬ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْ‌ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمۡ لَوۡ يُعَمَّرُ أَلۡفَ سَنَةٍ۬ وَمَا هُوَ بِمُزَحۡزِحِهِۦ مِنَ ٱلۡعَذَابِ أَن يُعَمَّرَ‌ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ (٩٦)

SURAH AL-BAQARAH: 90 - 96

TERJEMAHAN:

Alangkah buruknya [perbuatan] mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya [nikmat wahyu Al-QUR’AN dan NUBUWWAH] kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah [mendapat] kemurkaan [sebagaimana yang dialami oleh kaum mereka yang terdahulu]. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan. (90) Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kepada Al Qur’an yang diturunkan Allah", mereka berkata: "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami". Dan mereka kafir kepada Al Qur’an yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Qur’an itu adalah [Kitab] yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?" (91) Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran [mu’jizat], kemudian kamu jadikan anak sapi [sebagai sembahan] sesudah [kepergian]nya [mengikuti Tauhid Samiri], dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zalim. (92) Dan [ingatlah], ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit [Thursina] di atasmu [seraya Kami berfirman]: "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab: "Kami mendengarkan tetapi tidak menta’ati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu [kecintaan menyembah] anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: "Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman [kepada Taurat]". (93) Katakanlah: "Jika kamu [menganggap bahwa] kampung akhirat [surga] itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilahkematian [mu], jika kamu memang benar. (94) Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka [sendiri]. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya. (95) Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan [di dunia], bahkan [lebih loba lagi] dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (96)

ENGLISH TRANSLATION:

Evil is that for which they sell their souls: that they should disbelieve in that which Allah hath revealed (AL-QUR’AN), grudging that Allah should reveal of His bounty unto whom He will of His bondmen. They have incurred anger upon anger. For disbelievers is a shameful doom. (90) And when it is said unto them: Believe in that which Allah hath revealed, they say: We believe in that which was revealed unto us. And they disbelieve in that which cometh after it, though it is the truth confirming that which they possess. Say (unto them, O Muhammad): Why then slew ye the prophets of Allah aforetime, if ye are (indeed) believers? (91) And Moses came unto you with clear proofs (of Allah's Sovereignty), yet, while he was away, ye chose the calf (for worship) and ye were wrong-doers. (92) And when We made with you a covenant and caused the Mount to tower above you, (saying): Hold fast by that which We have given you, and hear (Our Word), they said: We hear and we rebel. And (worship of) the calf was made to sink into their hearts because of their rejection (of the covenant). Say (unto them): Evil is that which your belief enjoineth on you, if ye are believers. (93) Say (unto them): If the abode of the Hereafter in the providence of Allah is indeed for you alone and not for others of mankind (as ye pretend), then long for death (for ye must long for death) if ye are truthful. (94) But they will never long for it, because of that which their own hands have sent before them. Allah is aware of evil-doers. (95) And thou wilt find them greediest of mankind for life and (greedier) than the idolaters. (Each) one of them would like to be allowed to live a thousand years. And to live (a thousand years) would be no means remove him from the doom. Allah is Seer of what they do. (96)

RINGKASAN REFLEKSI MAKSUD:

1. Dinyatakan tentang buruknya hasil perbuatan Bani Israel yang menjual diri mereka dengan kekafiran terhadap AL-QUR’AN hanya sahaja kerana penyakit kedengkian mereka. Sungguh murahlah perniagaan jual-beli kamu wahai Al-Masih Ad-Dajjal dan pasti kamu akan merasakan betapa buruknya hasi jual-beli kamu itu. Sesungguhnya janji Tuhan pasti benar walaupun manusia tidak mampu merasainya dik kerana terpana oleh janji-janji Ad-Dajjal dan penolong-penolongnya yang telah mencipta berbagai fatamorgana untuk manusia-manusia yang lalai.

2. Mereka sanggup tetap dalam keangkuhan hasad-dengki dan kekufuran semata-mata kerana Allah subhana-hu-wata’ala telah memberi kurniaNya kepada manusia yang terpilih dari hamba-hambaNya iaitu Nabi Muhammad salAllahu-’alaihi-wassalam (yang bukan dari mereka). Nabi Muhammad sallAllahu-‘alaihi-wassalam bukan dari keturunan Nabi Ishaq ‘alaihissalam tetapi Nabi Ismail ‘alaihissalam dari kalangan Arab. Inilah iblis yang berkulit manusia.

3. Golongan Kafir dari Bani Israel kerana itu mendapat kemurkaan demi kemurkaan dari Allah subhana-hu-wata’ala serta dijanjikan kepada mereka siksaan azab yang menghinakan.

4. Bila dikatakan kepada mereka; “Berimanlah kepada AL-QUR’AN yang diturunkan Allah”, mereka berkata; “Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami sahaja”; iaitu Kitab Taurat. Bahkan, kebusukan ta’asub firqah kepuakan yang ada pada mereka mengakibatkan mereka juga tidak menerima Nabi ‘Isa ‘alaihissalam yang membawa Kitab Injil. Dan yang lebih buruk lagi demi untuk mempertahankan kesombongan mereka dengan hidup dalam nifaq mereka merubah-rubah dan menokok tambah Kitab Taurat supaya hanya memfokus dan membesar-besarkan kaum Bani Israel.

5. Dan yang lebih buruk dari itu, Taurat juga disesuaikan dengan faham-faham sesat mereka oleh para Pendita-Pendita Rabbi mereka dan dimasukkan nama-nama yang tidak pernah diiktiraf oleh Allah subhana-hu-wata’ala sebagai golongan beriman. Inilah maksud kepada apa yang dinyatakan oleh Nabi ‘Isa ‘alaihissalam di dalam Kitab Injil (Barnabas): Bab 43; “Jesus answered, with a groan: 'It is so written, but Moses wrote it not, nor Joshua, but rather our rabbins, who fear not God. Verily I say unto you, that if ye consider the words of the angel Gabriel, ye shall discover the malice of our scribes and doctors. For the angel said: "Abraham, all the world shall know how God loveth thee; but how shall the world know the love that thou bearest to God? Assuredly it is necessary that thou do something for love of God." Abraham answered: "Behold the servant of God, ready to do all that which God shall will.". “

6. Mereka kafir kepada AL-QUR’AN sedang Allah subhana-hu-wata’ala sendiri menyatakan bahawa AL-QUR’AN itu Kitab yang haq yang membenarkan apa yang ada pada mereka.

7. Allah subhana-hu-wata’ala meminta golongan beriman menyoal mereka (dan sememangnya itulah tanggungjawab kita yang telah kita lupakan), jika mereka merasakan kebenaran mereka maka mengapa pula mereka dahulunya membunuh Nabi-Nabi yang diutusNya jika mereka benar-benar beriman (padahal Nabi-Nabi itu juga dari kalangan mereka)?. Tidakkah dengan pembunuhan yang berlaku itu maka ianya dengan sendiri membuktikan bahawa mereka menolak ajaran Allah subhana-hu-wata’ala dan dengan itu apa jua yang ada di tangan-tangan mereka pasti boleh dpertikaikan ?.

8. Bukti sejarah diberi sebagaimana ketika kedatangan Nabi Musa ‘Alaihis-salam, golongan kafir dari Bani Israel mengambil anak lembu sebagai sembahan mereka dengan mengikuti Samiri laknatuLlah dan mereka juga menganggap syurga hanyalah dikhaskan untuk mereka sebagaimana yang diajarkan oleh Pendita Sesat Bal’am bin Baura laknatuLlah ‘alaih.

9. Allah subhana-hu-wata’ala meminta Kaum Muslim penolong-penolongNya untuk menyampaikan cabaranNya kepada mereka-mereka yang Kafir dari Bani Israel ini supaya berdoa’ memohon kematian sekarang juga jika mereka memang benar.

Bahkan inilah binatang-binatang yang paling takut kepada kematian kerana Golongan Kafir Bani Israel ini tahu bahawa mereka sangat dimurkai oleh Allah subhana-hu-wata’ala dan azab jahannam sedang menunggu mereka disebabkan oleh kejahatan dan kesombongan mereka yang setara dengan kesombongan Iblis laknatuLLah.

10. Allah subhana-hu-wata’ala menyatakan bahawa sebenarnya Golongan Bani Israel yang kafir ini adalah setamak-tamak manusia kepada kehidupan keduniaan dan kerana itu mereka amat takut kepada kematian. Ketamakan mereka itu bahkan jauh melebihi ketamakan golongan Musyrikin sehingga, jika boleh, mereka ingin hidup seribu tahun. Lihatlah perlakuan mereka di bumi Allah subhana-hu-wata’ala dari dahulu sehingga sekarang. Merekalah yang menguasai kesemua sumber kekayaan dan teknologi di muka bumi ini. Dan, insyaAllah untuk tempoh yang singkat sahaja lagi. Bersabar dan bertawakkallah.

11. Merekalah Al-Masih Ad-Dajjal, yang merupakan pencetus kepada kerosakan di sana-sini melalui penyembah dan penolongnya, Yakjuj Makjuj Imperialis Barat, di muka bumi ini. Dan, insyaAllah !, saat kehancuran kali ketiga sedang mengekori mereka dengan sungguh dekat sekali.

12. Allah subhana-hu-wata’ala menegaskan bahawa umur panjang yang mereka hasratkan itu tetap tidak akan menjauhkan mereka dari siksaan terbesar yang telah dijanjikanNya kepada Golongan Al-Masih Ad-Dajjal dan Yakjuj Makjuj Imperialis Barat laknatuLlah ‘alaihi ajmaaiin ini.

SadaqaLlahul Maulan al-‘Adziiim

'
WassallaLlahu ‘ala Sayyidina Muhammad waalihi wasohbihi ajamaiin

WabiLlahi tawfiq wal hidayah

Wassalamu'alaikum warohmatuLlah

Wal hamduliLlahi Rabbil ‘alamiin

'
"Tidaklah kami lupakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab [Al-QUR’AN]”

(38: Al-An’aam)

'

AL-FAQIR ILALLAH KORBANDEMOKRASI

6hb Muharram 1430 H (3hb Januari 2009M)

0 comments: