SELAWAT TAFRIJIYYAH / SELAWAT NARIYAH

SELAWAT TAFRIJIYYAH / SELAWAT NARIYAH

DOA'

DOA\

Sunday, 1 February 2009

REFLEKSI 11 : AL-QUR’AN DI DALAM AL-QUR’AN

'
ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH !
BismiLlahi Rahmaan nir Rahiim
'
Alhamdu liLlahi wa salamun 'ibadihil ladhi-n-astafa
Rabbi zidni 'ilma, war zuqni fahma
'
RABBI A’UUZUBIKA MIN HAMAZAATIS SHAYAATIIN,
WA A’UUZBIKA RABBI AN YAHDURUUN!

'
Firman Allah subhanhu wata'ala;
وَلِكُلٍّ۬ وِجۡهَةٌ هُوَ مُوَلِّيہَا‌ۖ فَٱسۡتَبِقُواْ ٱلۡخَيۡرَٲتِ‌ۚ أَيۡنَ مَا تَكُونُواْ يَأۡتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدِيرٌ۬ (١٤٨) وَمِنۡ حَيۡثُ خَرَجۡتَ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ‌ۖ وَإِنَّهُ ۥ لَلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ‌ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ (١٤٩) وَمِنۡ حَيۡثُ خَرَجۡتَ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ‌ۚ وَحَيۡثُ مَا كُنتُمۡ فَوَلُّواْ وُجُوهَڪُمۡ شَطۡرَهُ ۥ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيۡكُمۡ حُجَّةٌ إِلَّا ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنۡہُمۡ فَلَا تَخۡشَوۡهُمۡ وَٱخۡشَوۡنِى وَلِأُتِمَّ نِعۡمَتِى عَلَيۡكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَہۡتَدُونَ (١٥٠) كَمَآ أَرۡسَلۡنَا فِيڪُمۡ رَسُولاً۬ مِّنڪُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡكُمۡ ءَايَـٰتِنَا وَيُزَكِّيڪُمۡ وَيُعَلِّمُڪُمُ ٱلۡكِتَـٰبَ وَٱلۡحِڪۡمَةَ وَيُعَلِّمُكُم مَّا لَمۡ تَكُونُواْ تَعۡلَمُونَ (١٥١) فَٱذۡكُرُونِىٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡڪُرُواْ لِى وَلَا تَكۡفُرُونِ (١٥٢)
SURAH AL-BAQARAH: 148 - 152

TERJEMAHAN:
“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya [sendiri] yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu [dalam berbuat] kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian [pada hari kiamat]. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (148) Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram; sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (149) Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu [sekalian] berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan ni’mat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk. (150) Sebagaimana [Kami telah menyempurnakan ni’mat Kami kepadamu] Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab [AL-QUR’AN] dan Al-Hikmah [As Sunnah], serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (151) Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat [pula] kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari [ni’mat] -Ku. (152)”

ENGLISH TRANSLATION:
“And each one hath a goal toward which he turneth; so vie with one another in good works. Wheresoever ye may be, Allah will bring you all together. Lo! Allah is Able to do all things. (148) And whencesoever thou comest forth (for prayer, O Muhammad) turn thy face toward the Inviolable Place of Worship. Lo! it is the Truth from thy Lord. Allah is not unaware of what ye do. (149) Whencesoever thou comest forth turn thy face toward the Inviolable Place of Worship; and wheresoever ye may be (O Muslims) turn your faces toward it (when ye pray) so that men may have no argument against you, save such of them as do injustice - Fear them not, but fear Me! - and so that I may complete My grace upon you, and that ye may be guided. (150) Even as We have sent unto you a messenger from among you, who reciteth unto you Our revelations and causeth you to grow, and teacheth you the Scripture (AL-QUR’AN) and wisdom, and teacheth you that which ye knew not. (151) Therefore remember Me, I will remember you. Give thanks to Me, and reject not Me. (152)”

RINGKASAN REFLEKSI MAKSUD:

1. Allah subhana-hu-wata’ala menyatakan bahawa bagi tiap-tiap ummat itu ada Kiblatnya yang tersendiri maka Ummat Islam diminta berlomba-lomba membuat kebaikan mengikut jalan yang telah ditentukanNya. JalanNya adalah Jalan NubuwwahNya yang ditetapkanNya sebagaimana di dalam Kitab-KitabNya. Jika zahir seseorang manusia itu, mukanya dan dadanya, adalah wajahnya yang wajib dihadapkannya ke Kiblat BaituLlahil Haram ketika solat, maka wajah batin pada manusia itu adalah kalbunya atau hatinya. Solat adalah rutin mengadapNya. Maka kalbunya atau hatinya wajiblah tetap sentiasa mengadap WajahNya Yang Maha Agung sebagaimana pengistiharan penerimaan amanah oleh manusia Muslim itu setiap kali dia mengadap Wajah Tuhannya di waktu solat... Allah.. Allah..hu Allah.. Ya Rabbi, tetapkan wajahku bertawajjuh kepada WajahMu wahai Tuhanku yang menciptaku sehingga akhir kalamku. Amin Ya Rabbal ‘alamiin !!.

2. Sebagai Ummat, Ummat Islam juga wajib menghadapkan 'wajah mereka'; yakni tujuan, objektif dan missi dalam gerakan mereka, hanya semata-mata bertumpu ke arah memperhambakan dan mengagungkan Wajah Allah subhana-hu-wata’ala sahaja; yang penampakannya, adalah menifestasi kiblat yang diredhaiNya Baitullah Masjidil Haram, melalui jalan millah Agama Ibrahim, yang tidak bengkok dan serong, iaitu jalan yang sempurna yang diperakukanNya. Di mana sahaja mereka bermula dan dalam apa jua hal keadaan mereka dan tindakan mereka, Ummat ini wajiblah mengkiblatkan jalan itu kepada WajahNya melalui jalan millah Agama Ibrahim. Millah yang selainnya tidak akan membawa mereka kepada WajahNya dan perhambaan kepadaNya. Dan, ianya adalah ketentuan yang haq yang terjamin sebenar-benarnya dari Allah subhana-hu-wata’ala.

3. Ummat Islam juga diminta agar tidak berpaling dari WajahNya, yakni Baitullah Masjidil Haram, supaya tiada hujjah lagi bagi manusia, untuk tidak membenarkan mereka, kecuali hujjah-hujjah dari orang-orang yang zalim di kalangan mereka yang tetap akan menentang mereka. Allah subhana-hu-wata’ala meminta Ummat Islam supaya tidak takut kepada mereka yang zalim itu dan hanya takut kepadaNya agar dengan itu Allah subhana-hu-wata’ala menyempurnakan ni’matNya dengan menolong mereka dan supaya mereka kemudiannya mendapat petunjuk dariNya bagi mendapat jalanNya.

4. Dinyatakan bahawa ni’mat yang telah disempurnakan kepada Ummat Islam itu ialah terutusnya Nabi Muhammad salAllahu-’alaihi-wassalam sebagai Rasul di kalangan mereka sendiri yang membacakan ayat-ayat AL-QUR’AN, mensucikan mereka dari syirik, mengajar mereka AL-QUR’AN dan hikmah Nubuwwah serta mengajarkan mereka apa yang sebelum ini tidak diketahui oleh mereka (ini adalah seperti doa’ Nabi Ibrahim ’alaihis-salam). Dengan pengambilan hikmah Nubuwwah dan AL-QUR’AN sebagai rujukan bagi setiap kerangka perjalanan gerakan Ummat maka akan tetaplah dan selarilah wajah Ummah itu dengan ketundukannya kepada Wajah Tuhan yang mencipta mereka yang melayakkan mereka sebagai bayangan Khalifah kepada Allah subhana-hu-wata’ala yang semata-mata berkiblatkan dan dibayangi oleh WajahNya Yang Maha Suci.

5. Kaum Muslimin diperintah supaya ingat kepada Allah subhana-hu-wata’ala, agar dengan itu Dia akan mengingati mereka, dan bersyukur kepadaNya serta tidak mengingkariNya dan mengkufuri ni’matNya; yakni ni’mat hikmah Nubuwwah dan AL-QUR’AN itu.
'
SadaqaLlahul Maulan al-‘Adziiim
'
WassallaLlahu ‘ala Sayyidina Muhammad waalihi wasohbihi ajamaiin
WabiLlahi tawfiq wal hidayah
Wassalamu'alaikum warohmatuLlah
Wal hamduliLlahi Rabbil ‘alamiin
'
"Tidaklah kami lupakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab [Al-QUR’AN]”
(38: Al-An’aam)
'
AL-FAQIR ILALLAH KORBANDEMOKRASI
5hb Safar 1430H (1hb Februari 2009M)


0 comments: