SELAWAT TAFRIJIYYAH / SELAWAT NARIYAH

SELAWAT TAFRIJIYYAH / SELAWAT NARIYAH

DOA'

DOA\

Wednesday, 10 June 2009

REFLEKSI 14 : AL-QUR’AN DI DALAM AL-QUR’AN

BISMILLAHIR-RAHMAANIR-RAHIIM 

Firman Allah subhanhu wata'ala;

كَانَ ٱلنَّاسُ أُمَّةً۬ وَٲحِدَةً۬ فَبَعَثَ ٱللَّهُ ٱلنَّبِيِّـۧنَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ ٱلۡكِتَـٰبَ بِٱلۡحَقِّ لِيَحۡكُمَ بَيۡنَ ٱلنَّاسِ فِيمَا ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِ‌ۚ وَمَا ٱخۡتَلَفَ فِيهِ إِلَّا ٱلَّذِينَ أُوتُوهُ مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡهُمُ ٱلۡبَيِّنَـٰتُ بَغۡيَۢا بَيۡنَهُمۡ‌ۖ فَهَدَى ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لِمَا ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِ مِنَ ٱلۡحَقِّ بِإِذۡنِهِۦ‌ۗ وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ (٢١٣) أَمۡ حَسِبۡتُمۡ أَن تَدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ وَلَمَّا يَأۡتِكُم مَّثَلُ ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلِكُم‌ۖ مَّسَّتۡہُمُ ٱلۡبَأۡسَآءُ وَٱلضَّرَّآءُ وَزُلۡزِلُواْ حَتَّىٰ يَقُولَ ٱلرَّسُولُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُ ۥ مَتَىٰ نَصۡرُ ٱللَّهِ‌ۗ أَلَآ إِنَّ نَصۡرَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ۬ (٢١٤

AL-BAQARAH: 213 - 214

TERJEMAHAN:
"Manusia itu adalah umat yang satu. [Setelah timbul perselisihan], maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab [di antaranya AL-QUR'AN] dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (213) Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu [cobaan] sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan [dengan bermacam-macam cobaan] sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (214)"

TRANSLATION:
"Mankind were one community, and Allah sent (unto them) prophets as bearers of good tidings and as warners, and revealed therewith the Scripture (amongst others the QUR'AN) with the truth that it might judge between mankind concerning that wherein they differed. And only those unto whom (the Scripture) was given differed concerning it, after clear proofs had come unto them, through hatred one of another. And Allah by His Will guided those who believe unto the truth of that concerning which they differed. Allah guideth whom He will unto a straight path. (213) Or think ye that ye will enter paradise while yet there hath not come unto you the like of (that which came to) those who passed away before you? Affliction and adversity befell them, they were shaken as with earthquake, till the messenger (of Allah) and those who believed along with him said: When cometh Allah's help? Now surely Allah's help is nigh. (214)"


RINGKASAN REFLEKSI MAKSUD:

1. Manusia itu asalnya adalah adalah umat yang satu dengan Agama yang satu; Agama Islam, yang bersatu menyembah dan bertauhid semata-mata kepada Tuhan Yang Satu; Allah subhana-hu-wata'ala.
Firman Allah subhanahu wata'ala;
"Sesungguhnya [agama tauhid] ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. (52) Kemudian mereka [pengikut-pengikut rasul itu] menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka [masing-masing]. (53) Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu. (54) Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu [berarti bahwa], (55) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar. (56) Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan [azab] Tuhan mereka, (57) dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka, (58) dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka [sesuatu apa-pun], (59) dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, [karena mereka tahu bahwa] sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, (60) mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. (61) Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya. (62)
(Surah Al-Mu’minun)
2. Setelah timbul perselisihan di antara manusia, maka Allah subhana-hu-wata'ala mengutus para Nabi-Nabi 'alaihi-mussalatu-wassalam sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan untuk membawa manusia yang berpecah-pecah itu kembali ke jalanNya; hanya satu-satunya jalan menujunya yakni Islam.
3. Allah subhana-hu-wata'ala menurunkan bersama para Nabi-Nabi 'alaihi-mussalatu-wassalam, Kitab-Kitab dengan kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan itu. Dan satu-satunya Kitab yang tidak tersentuh akan dia dengan sebarang kebatilan adalah Al-QUR'AN Al-HAKIM yang dijanji dipelihara oleh Allah subhana-hu-wata'ala. Kitab-kitab yang terdahulu yang di antaranya adalah Taurat dan Injil telah dicemarkan oleh ummat-ummat yang terdahulu yang dikepalai oleh Al-Masih Ad-Dajjal Zionis Yahudi dan sekutu-sekutunya dari Kaum Japhetic Bangsa Eropah; Bangsa Yakjuj wa Makjuj, yang berkepentingan sebelum kedatangan Nabi Muhammad sallAllahu-'alaihi-wassalam. Mereka inilah ibu kepada faham Liberal yang menyebarkan kesesatan pembebasan dari Tuhan di atas mukabumi ini. AL-QUR'AN AL-HAKIM bertindak sebagai AL-FURQAN yakni sebagai pembeza yang muktamad di antara kebenaran dan kebatilan serta pencemaran yang dilakukan oleh golongan kafir ini ke atas kitab-kitab yang lain yang dicemari samaada secara tekstual atau pemahaman yang terseleweng oleh perosak Agama Tuhan. Pertentangan di antara haq dan batil ini berlaku di sepanjang zaman sehingga ke akhir zaman ini.
4. Dinyatakan bahawa tidaklah berselisih tentang Kitab-Kitab itu melainkan orang-orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab-Kitab dari Bangsa Al-Masih Ad-Dajjal itu, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata dari para Nabi-Nabi 'alaihi-mussalatu-wassalam kepada mereka, berpunca dari kedengkian di antara mereka sendiri. Penyakit hati kedengkian inilah yang telah ditunggang oleh syaitan-iblis untuk memotivasikan sebahagian besar dari Kaum Bani Israel supaya mereka berselisih tentang Agama Islam yang dianuti mereka, sehingga mereka mencipta agama-agama sesat dan sembahan-sembahan lain untuk menjauhkan manusia dari para-para Nabi 'alaihi-mussalatu-wassalam yang membawa Risalah Kebenaran, terutamanya dari Penghulu sekalian Nabi yang bukan dari Bangsa mereka tetapi dari Bangsa Arab; Sayyidina wa Maulana Muhammad sallAllahu-'alaihi-wassalam.
5. Allah subhana-hu-wata'ala menyatakan bahawa Dia memberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Manusia boleh berusaha mencari kebenaran tetapi ketentuan mendapat petunjuk tetaplah semata-mata diatas kehendak iradahNya. Dan ketentuannya Allah subhana-hu-wata'ala itu adalah Dia selalu memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. Petunjuk itu dibawa oleh manusia-manusia pilihanNya kepada setiap ummatnya yang merupakan Ummat yang satu; Ummat Islam. Di antara keperluan paling penting sebelum manusia boleh mendapat petunjuk dari Allah subhana-hu-wata'ala ialah pertama-tamanya kemahuan untuk tunduk dan beriman kepada kebenaran Kitab-KitabNya, dalam hal ini; AL-QUR'AN AL-HAKIM, maka barulah kemudiannya dia boleh berharap untuk dia ditunjukkan kepada jalan yang lurus. Untuk beriman dia mesti tanpa sedikit keraguan pun menerima pembawa Risalah AL-QUR'AN AL-HAKIM yakni Nabi Muhammad sallAllahu-'alaihi-wassalam sebagai benar.
6. Seseorang itu tidak cukup hanya semata-mata mengaku beriman tetapi kemudiannya tidak bersedia dicuba sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelumnya. Mereka ditimpa dengan malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan [dengan bermacam-macam cubaan] sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?". Cubaan ini telah dilalui oleh mereka yang beriman yang terdahulu dan sunnatuLlah ini pasti jua akan berlaku kepada mereka yang beriman di zaman ini yakni Ummat Nabi Muhammad sallAllahu-'alaihi-wassalam. Sebahagian besar ujian itu telah berlalu dengan kejatuhan Khilafah Ummat sehingga Ummat dikuasai oleh Al-Masih Ad-Dajjal Zionis Yahudi dan Yakjuj Makjuj Imperialis Barat. Keteguhan untuk tetap berpegang kepada AL-QUR'AN AL-HAKIM dengan mengembalikan penguasaannya terhadap Ummat adalah satu ujian kepada Ummat Islam.
7. Allah subhana-hu-wata'ala kemudiannya menjanjikan bahawa sesungguhnya pertolonganNya untuk memenangkan Ummat Islam itu adalah amat dekat. Maka janji siapakah yang lebih teguh dan kuat untuk dipegang dan dipercayai ?.

SadaqaLlahul Maulan al-‘Adziim
WassallaLlahu ‘ala Sayyidina Muhammad waalihi wasohbihi ajamaiin
WabiLlahi tawfiq wal hidayah
Wassalamu'alaikum warohmatuLlah
Wal hamduliLlahi Rabbil ‘alamiin

"Tidaklah kami lupakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab [Al-QUR’AN]"
(38: Al-An’aam)

TokPakirKORBANDEMOKRASI
16hb Jamadil Akhir 1430H (10hb Jun 2009M)

1 comments:

future phenomenon said...

salam...

tumpang ziarah. jika ada yang berminat dengan teori konspirasi, sejarah nusantara yang hilang, sufism, kebangkitan akhir zaman..sila lah ke nusanaga.blogspot.com

harap salam ukhwah akan bertaut demi masa depan..sekian

......................................